{"id":9,"date":"2007-06-20T08:24:05","date_gmt":"2007-06-20T08:24:05","guid":{"rendered":"http:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/2007\/06\/20\/book-review-the-zahir-by-paulo-coelho\/"},"modified":"2015-09-02T09:25:40","modified_gmt":"2015-09-02T09:25:40","slug":"book-review-the-zahir-by-paulo-coelho","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/book-review-the-zahir-by-paulo-coelho\/","title":{"rendered":"Book Review: &#8220;The Zahir&#8221; by Paulo Coelho"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><center><em>Di Buenos Aires, Zahir adalah sekeping uang logam<\/em><\/center><center><em> biasa bernilai 20 centavo.<br \/>\nDi Gujarat, pada akhir abad 18, Zahir adalah seekor harimau.<br \/>\nDi Jawa, adalah lelaki buta dari masjid Surakarta yang dilempari batu oleh orang-orang beriman.<br \/>\n<\/em><\/center><br \/>\nThe Story:<br \/>\nBagi tokoh utama buku The Zahir, Zahir adalah sesuatu yang tak pernah dapat dilupakan, dan sedikit demi sedikit akan memenuhi seluruh pikiran. Zahirnya adalah istrinya, Esther. Istrinya yang seorang wartawati perang, yang tiba-tiba menghilang, tidak meninggalkan jejak, pesan apalagi alasan.<\/p>\n<p><!--more--><br \/>\nSang suami terobsesi untuk mencari jawaban mengapa istrinya pergi. Seorang pemuda epilepsi,dan eksentrik asal Asia Tengah bernama Mikhail yang juga mengenal istrinya, kemudian hadir membantunya. Pencarian ini membawanya keluar dari dunianya yang aman tentram, ke jalur yang tidak dikenalnya dan membukakan matanya tentang makna cinta serta kekuatan takdir.The Review:<br \/>\nKhas Paulo Coelho yang penuh filosofi hidup. Banyak pemikiran-pemikiran dalam kehidupan perkawinan yang tertuang dalam buku ini. Hubungan antara tokoh suami dan tokoh istri dalam buku ini, tidak seperti dalam perkawinan pada umumnya. Mereka diceritakan tidak memiliki anak, dan sangat saling mempercayai (walaupun sering hidup berjauhan dan masing-masing pernah selingkuh). Tapi pada dasarnya pernikahan itu sama saja, harus rajin saling menyirami cawan kehidupan masing-masing sehingga tidak ada yang merasa kering batinnya.<br \/>\nUntuk pembaca yang menyukai petualangan, kisah dramatis, mungkin akan kecewa dan merasa sedikit bosan membaca buku ini. Tapi bagi pembaca yang suka menyelami makna kehidupan akan sangat menikmati buku ini.<\/p>\n<p>Bagian favorit Arida:<br \/>\nBagian yang menceritakan protes Esther pada sang suami karena suaminya tidak lagi punya waktu untuk berbicara berdua.(hal 309-314 The Zahir versi Indonesia terbitan Gramedia)<\/p>\n<p>The Rating:<br \/>\n**** (4\/5)<\/p>\n<p><span style=\"font-size: xx-small;\"><em>* Image taken from http:\/\/www.santjordi-asociados.com<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Di Buenos Aires, Zahir adalah sekeping uang logam biasa bernilai 20 centavo. Di Gujarat, pada akhir abad 18, Zahir adalah seekor harimau. Di Jawa, adalah lelaki buta dari masjid Surakarta yang dilempari batu oleh orang-orang beriman. The Story: Bagi tokoh utama buku The Zahir, Zahir adalah sesuatu yang tak pernah dapat dilupakan, dan sedikit demi sedikit akan memenuhi seluruh pikiran. Zahirnya adalah istrinya, Esther. Istrinya yang seorang wartawati perang, yang tiba-tiba menghilang, tidak meninggalkan jejak, pesan apalagi alasan.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":593,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false},"version":2}},"categories":[56,43],"tags":[163,161,164,162],"class_list":["post-9","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-buku","category-review","tag-buku-the-zahir","tag-paulo-coelho","tag-review","tag-the-zahir","has_thumb"],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2007\/06\/zahir-1.jpg?fit=800%2C450&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p6nFgB-9","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":592,"href":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9\/revisions\/592"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/593"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}