{"id":11,"date":"2007-06-22T14:18:06","date_gmt":"2007-06-22T14:18:06","guid":{"rendered":"http:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/2007\/06\/22\/menjaga-pengeluaran-rumah-tangga\/"},"modified":"2015-09-02T14:01:38","modified_gmt":"2015-09-02T14:01:38","slug":"menjaga-pengeluaran-rumah-tangga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/menjaga-pengeluaran-rumah-tangga\/","title":{"rendered":"Menjaga Pengeluaran Rumah Tangga"},"content":{"rendered":"<p>Mengelola keuangan rumah tangga itu gampang-gampang susah, dan seringnya lebih condong ke susah :) Dibutuhkan kesepakatan-kesepakatan yang kadang perlu waktu. Setelah kesepakatan tercapai, sama-sama harus melakukan pengendalian. Pertanyaan pertama dan yang paling penting sebelum mengelola uang rumah tangga adalah, &#8220;Milik siapa uang masing-masing?&#8221; Apakah milik sendiri-sendiri, ataukah menjadi milik bersama; ataukah &#8220;Milikmu adalah milikku; tapi milikku tetap milikku&#8221;. Masing-masing ada baik dan buruknya dan setiap pasangan\/ keluarga mempunyai cara yang unik; kami pun memiliki cara mengelola keuangan.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Bukannya kami ini sudah ahli, dan <em>by all means<\/em>, tidak ada hasrat ingin menggurui. Tidak lebih dari sekedar ingin berbagi.<\/p>\n<p>Semua pendapatan kami, masing-masing, adalah milik bersama (milik keluarga). Maksudnya adalah, walaupun tetap ada di rekening masing-masing, tapi pengelolaannya sangat kohesif dan transparan. Berikut adalah beberapa kesepakatan yang kami buat (dan juga beberapa tips yg mungkin bermanfaat):<\/p>\n<ul>\n<li>Ada savings (tabungan) account, investment account dan spending account. Bervariasilah dalam tabungan; kalo expecting bayi, ada baiknya dibukakan tabungan untuk pendidikan anak (jangka 5, 10, atau bahkan 15 tahun). Kalo berencana beli\/ renovasi rumah, bukalah tabungan untuk itu (minimal untuk <abbr title=\"Down Payment\/ Uang Muka\">DP<\/abbr> rumah). Kalau perusahaan tidak ada program pensiun, tidak ada salahnya juga buka rekening tabungan pensiun.<\/li>\n<li>Sisihkan dulu yg akan ditabung\/invest. Menabung, dilakukan pertama kali, sebelum pengeluaran apapun (kecuali emergency).<\/li>\n<li>Hasil tabungan\/ investasi (dividen, bunga, bagi hasil, atau bentuk <em>yield<\/em> yang lain), sebaiknya digunakan untuk investasi\/ menabung lagi; jangan di-spending. Hasil menabung\/investasi sebaiknya &#8220;diputar&#8221; lagi.<\/li>\n<li>Semua pengeluaran, sekecil apa pun, harus terekam (ya, termasuk parkir Rp.1.000, atau beli <a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Mendoan\"><em>tempe mendoan<\/em><\/a>).<\/li>\n<li>Tetapkan batas pengeluaran. Pengeluaran yang sehat (menurut pendapat pribadi) adalah antara 30-40% pendapatan, dan sisanya sebaiknya masuk ke rekening investasi, tabungan, atau untuk cicilan (bila mengambil pinjaman bank). Ingat bahwa bank sekarang hanya mengijinkan cicilan maksimal 40% dari penghasilan.<\/li>\n<li>Yang paling penting, kalau diingatkan oleh istri\/suami, tidak boleh marah\/ tersinggung. Toh untuk kebaikan bersama.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kenapa ko kita banyak menabung, dan bukan investasi? Ya, karena memang kita agak konvensional; dari kecil taunya ya cuma nabung. Selain masih harus belajar banyak tentang instrumen investasi, kami juga cenderung <em>cemen<\/em> untuk berisiko. Higher-risk, higher profit, biasanya memang begitu; tapi untuk saat ini masih memilih yang aman. Wirausaha, juga opsi yang bagus, tapi perlu ketelatenan (waktu, usaha, dan komitmen); untuk saat ini belum bisa juga. Jadi ya kembali ke menabung.<\/p>\n<p>Bila sudah ada dana lebih, atau sudah dirasa perlu, asuransi juga bisa memberikan manfaat. Pastikan kita memahami betul skema asuransi-nya; sekarang sedang nge-<em>trend<\/em> juga jenis asuransi unit-link, yaitu asuransi yang sekaligus investasi (biasanya Reksadana). Tapi sekali lagi, jangan sampai masuk ke <em>scheme<\/em> yang kita sendiri kurang paham cara kerjanya. Ulasan yang lebih lengkap tentang asuransi unit-link sudah pernah dibahas oleh Mas Priyadi <a href=\"http:\/\/priyadi.net\/archives\/2007\/06\/10\/asuransi-unit-link-vs-reksadana\/\">di sini<\/a>.<\/p>\n<p>Dari kesemua point kesepakatan, menurut saya yang paling sulit adalah mengendalikan pengeluaran. Butuh kedisiplinan dalam menjaga &#8220;nafsu <em>spending<\/em>&#8220;; membedakan mana yang memang perlu dikeluarkan dan mana yang bisa ditunda. Selain itu, juga harus rajin memonitor; apakah sudah mencapai ambang batas pengeluaran atau belum.<\/p>\n<p>Ini ada contoh file Excel yang bisa dipakai untuk tracking pengeluaran bulanan. Kalau berminat, <a href=\"http:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2007\/06\/2007-expense-tracker.xls\">bisa di-download di sini<\/a>. Kolom-kolomnya bisa diubah sesuai dengan kebutuhan masing-masing.<\/p>\n<p>Selamat mengelola.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengelola keuangan rumah tangga itu gampang-gampang susah, dan seringnya lebih condong ke susah :) Dibutuhkan kesepakatan-kesepakatan yang kadang perlu waktu. Setelah kesepakatan tercapai, sama-sama harus melakukan pengendalian. Pertanyaan pertama dan yang paling penting sebelum mengelola uang rumah tangga adalah, &#8220;Milik siapa uang masing-masing?&#8221; Apakah milik sendiri-sendiri, ataukah menjadi milik bersama; ataukah &#8220;Milikmu adalah milikku; tapi milikku tetap milikku&#8221;. Masing-masing ada baik dan buruknya dan setiap pasangan\/ keluarga mempunyai cara yang unik; kami pun memiliki cara mengelola keuangan.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":616,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false},"version":2}},"categories":[51,52],"tags":[30,28,197],"class_list":["post-11","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-keluarga","category-keuangan","tag-keluarga","tag-keuangan","tag-pengeluaran-keluarga","has_thumb"],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2007\/06\/famexpense.jpg?fit=425%2C301&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p6nFgB-b","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":617,"href":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11\/revisions\/617"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/616"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/the-prasetyos.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}