Kapan bayi bisa berjalan?
Hidup di Indonesia itu gampang-gampang susah. Banyak sekali tekanan-tekanan yang secara tidak kita sadari membayang-bayangi kita dalam menjalani hidup. Entah karena kultur atau faktor lain, yang jelas bukan hanya saya yang mengalami tekanan ini.
Saat masih kuliah, selalu ditanya "Kapan lulus?". Saat sudah bekerja ditanya "Terus kapan rencana nikahnya?". Setelah menikah baru seminggu kemudian sudah ditanya "Gimana? Istri sudah "isi" belum?". Akhirnya anak lahir, pertanyaan-pertanyaan semacam ini terus bermunculan.
Menekuni Hobi Baru
Terkadang saya bosan dengan diri sendiri. Setiap mengisi formulir (terakhir kemarin isi formulir asuransi), saat ditanya pada kolom "Hobi", saya selalu menuliskan jawaban standard, yaitu "Membaca", "Mendengarkan musik" dan "Nonton film". Dan ini faktanya:
- Buku yang terakhir saya baca sampai selesai adalah Kite Runner-nya Khaled Hosseini. Buku yang saya selesaikan pada akhir November '08.
- Musik yang terakhir saya dengarkan adalah lagu-lagu The Beatles dan d'Masiv :P
Coba Microblogging dengan Plurk!

Kalau sedang chatting di YM atau MSN Messenger, bukankah kita selalu mengecek status teman-teman kita? Kebanyakan dari teman saya pun status YM nya selalu berubah tiap hari. Begitu pula dengan status di Facebook, yang bisa di-customize setiap waktu. Facebook bahkan melangkah lebih jauh dengan memberikan fitur "add comment" untuk memberikan tanggapan terhadap status tersebut dan terjadilah interaksi antara si empunya profile dan si pengunjung profile.
Investasi di Masa Krisis
Menurut saya, ada sedikitnya 3 hal yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi:
- Time horizon, berapa waktu yang anda miliki? Maksudnya, berapa lama lagi Anda membutuhkan uang ini. Apakah investasi ini untuk jangka panjang (pensiun, pendidikan anak), atau jangka pendek (bayar hutang, liburan ke Bali, beli iphone)?
- Risk profile. Versi sederhananya adalah "Berapa banyak uang yang siap anda korbankan?" Semua instrumen investasi memiliki risiko. Tabungan/deposito, memang dijamin pemerintah (LPS) tapi instrumen ini sangat peka terhadap inflasi.
