Rumah Tangga Jarak Jauh
Akhir-akhir ini saya banyak berpikir betapa waktu itu cepat berlalu. Azka baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-3; didatangi oleh teman-teman dan saudara sepupu. Saya pun sekali lagi tidak bisa hadir di acara hari istimewanya.
Rasanya baru kemarin saya mengumandangkan adzan di telinganya saat dia lahir; sekarang dia sudah jelas berkomunikasi dan bisa bermain dengan temannya. Tidak lama lagi dia akan semakin besar dan bergaul di masyarakat.
Saya jadi berpikir kembali "sejak umur berapa kita mulai memilih bermain dengan teman, dibanding tidur siang di rumah; atau dibandingkan pergi ke acara keluarga?"
Bertengkar dan Minta Maaf
"Maaf" ternyata sungguh kata yang sulit untuk diucapkan. Lihatlah kasus pemukulan wasit Indonesia oleh oknum polisi Malaysia. Saya sendiri tidak tahu kenapa kok bisa Pak Donald itu dipukuli, tapi yang jelas rakyat DPR Indonesia menuntut Malaysia untuk meminta maaf atas pemukulan tersebut. Menlu Malaysia lalu memberikan pernyataan "deeply regret" (sangat menyesal), yang ditolak "setengah-mentah" oleh rakyat DPR Indonesia. Saya heran, kenapa bukan polisi nya ya yang dituntut meminta maaf ke Pak Donald?
Jangankan dalam hubungan antar negara; dalam keluarga pun terkadang sulit sekali untuk meminta maaf. Bapak Ibu saya dulu selalu bilang, "yang besar mengalah, dan meminta maaf duluan"; kalo orang Jawa beda lagi, "sing waras ngalah" (yang berpikiran sehat, mengalah). Mengalah kata Bapak, bukan berarti kalah. Tapi di setiap pertengkaran, kalau kata Ibu, harus disudahi dengan permintaan maaf; dan pemberian maaf oleh satu sama lain. Ini di keluarga saya.
Happy Anniversary! :)
Hari ini setahun yang lalu....
19 Agustus 2006. Pukul 08.30 pagi, kami menikah. Aku di depan Pak penghulu, dan Arida di dalam ruangan tertutup (dalam Adat Jawa, calon suami dan istri terpisah).
19 Agustus 2007. Pukul 08.30 pagi. Arida di Indonesia, dan aku di Laut Kaspia. Hehehe... terpisah lagi :)
Tapi alhamdulillah di hati selalu dekat :P
Selamat Ulang Tahun Pernikahan, istriku. Peluk cium untuk Li'l Azka.
Menjaga Pengeluaran Rumah Tangga
Mengelola keuangan rumah tangga itu gampang-gampang susah, dan seringnya lebih condong ke susah :) Dibutuhkan kesepakatan-kesepakatan yang kadang perlu waktu. Setelah kesepakatan tercapai, sama-sama harus melakukan pengendalian. Pertanyaan pertama dan yang paling penting sebelum mengelola uang rumah tangga adalah, "Milik siapa uang masing-masing?" Apakah milik sendiri-sendiri, ataukah menjadi milik bersama; ataukah "Milikmu adalah milikku; tapi milikku tetap milikku". Masing-masing ada baik dan buruknya dan setiap pasangan/ keluarga mempunyai cara yang unik; kami pun memiliki cara mengelola keuangan.

