Kapan Bayi Bisa Berjalan?

Hidup di Indonesia itu gampang-gampang susah. Banyak sekali tekanan-tekanan yang secara tidak kita sadari membayang-bayangi kita dalam menjalani hidup. Entah karena kultur atau faktor lain, yang jelas bukan hanya saya yang mengalami tekanan ini.

Saat masih kuliah, selalu ditanya “Kapan lulus?”. Saat sudah bekerja ditanya “Terus kapan rencana nikahnya?”. Setelah menikah baru seminggu kemudian sudah ditanya “Gimana? Istri sudah “isi” belum?”. Akhirnya anak lahir, pertanyaan-pertanyaan semacam ini terus bermunculan.

Pertanyaan seputar perkembangan anak adalah jenis pertanyaan yang paling mengganggu saya (kalau Arida lebih tenang menghadapi). Salah satunya adalah “Sudah bisa jalan belum?” Apalagi kalau ditambahi embel-embel “Lho udah 10 bulan kok belum jalan?” atau “Telat ya… ponakanku 9 bulan udah bisa jalan”.

Bagi para orangtua yang memiliki keresahan yang sama, saya bisa tegaskan bahwa “setiap anak punya waktunya masing-masing”. Tidak ada aturan yang menyebutkan bahwa umur 10 bulan anak harus bisa jalan. Semua hanyalah perkiraan/ estimasi. Dokter kami (dr. Hinky) mengatakan bahwa seharusnya anak memiliki waktu sampai 15-18 bulan untuk mengembangkan kemampuan berjalan. Bila sampai melebihi batas itu, si anak masih juga belum berjalan, harus diberikan perhatian intensif untuk merangsang sensor motorik si anak.

Umumnya kalau di Indonesia, beberapa “milestone” perkembangan anak adalah tengkurap-merangkak-rambatan-titah-jalan. Untuk kasus Azka, dia dari tengkurap-titah-jalan (paket kilat); barulah setelah bisa jalan, dia belajar untuk merangkak.

Berikut beberapa tips supaya anak bisa berjalan (yang diterapkan saat melatih Azka):

1. Hilangkan dulu mindset bahwa anak harus bisa jalan dengan deadline/ batas waktu tertentu.

2. Jangan ragu-ragu menggunakan alat bantu. Baby walker memang tidak direkomendasikan oleh beberapa dokter, dengan alasan menghambat perkembangan otot paha atas. Namun demikian baby walker bisa membantu bayi untuk merangsang kakinya untuk bergerak dan pindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa bantuan orang lain (gendong).

3. Jika anak telah mampu berdiri/ kakinya kuat, coba disandarkan pada meja atau perabot lain yang kuat. sehingga dia bisa berdiri sendiri.

4. Titah atau di tuntun dengan menggandeng kedua tangan juga cara yang efektif untuk membuat anak senang berjalan; apalagi diajak ke tempat-tempat yang berwarna-warni seperti taman bermain atau bahkan di mall (asal tidak terlalu ramai; bisa-bisa “kesampluk” :)

5. Jika dijumpai anak takut untuk berjalan, maka jangan dipaksakan. Kalau kata bapak, “anak harus dirangsang, tidak boleh dipaksa”. Cari benda yang dia suka dan pancing dia untuk berjalan.

6. Ajak dia untuk bermain dengan anak-anak lain seusianya yang sudah bisa berjalan. Terkadang melihat teman sebaya bermain bisa merangsang anak untuk ikut mau berjalan.

7. Saat dia jatuh, jangan latah dan berteriak. Tindakan ini akan membuat si anak kaget dan lebih takut. Cukup senyum dan ajak dia untuk berdiri dan jalan kembali, dijamin si kecil tidak akan menangis (asal memang jatuhnya tidak terlalu keras).

Sekian. Selamat melatih si kecil… :)

CC BY-SA 4.0
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Comments 9

  1. Arida April 9, 2009
  2. Ditha May 17, 2009
  3. Ditha May 17, 2009
  4. moenk April 13, 2010
  5. Dek Titut March 21, 2011
  6. nita September 16, 2011
  7. firza June 12, 2012
  8. Dwi Wulan Ningsih June 26, 2012
  9. khie2 December 11, 2012

Leave a Reply

CommentLuv badge