Bertengkar dan Minta Maaf

Family, Marriage 1 Comment »

Maaf” ternyata sungguh kata yang sulit untuk diucapkan. Lihatlah kasus pemukulan wasit Indonesia oleh oknum polisi Malaysia. Saya sendiri tidak tahu kenapa kok bisa Pak Donald itu dipukuli, tapi yang jelas rakyat DPR Indonesia menuntut Malaysia untuk meminta maaf atas pemukulan tersebut. Menlu Malaysia lalu memberikan pernyataan “deeply regret” (sangat menyesal), yang ditolak “setengah-mentah” oleh rakyat DPR Indonesia. Saya heran, kenapa bukan polisi nya ya yang dituntut meminta maaf ke Pak Donald?

Jangankan dalam hubungan antar negara; dalam keluarga pun terkadang sulit sekali untuk meminta maaf. Bapak Ibu saya dulu selalu bilang, “yang besar mengalah, dan meminta maaf duluan”; kalo orang Jawa beda lagi, “sing waras ngalah” (yang berpikiran sehat, mengalah). Mengalah kata Bapak, bukan berarti kalah. Tapi di setiap pertengkaran, kalau kata Ibu, harus disudahi dengan permintaan maaf; dan pemberian maaf oleh satu sama lain. Ini di keluarga saya.

Read the rest of this entry »

Happy Anniversary! :)

Family, Marriage 4 Comments »

Hari ini setahun yang lalu….

hal-9-copy.JPG

19 Agustus 2006. Pukul 08.30 pagi, kami menikah. Aku di depan Pak penghulu, dan Arida di dalam ruangan tertutup (dalam Adat Jawa, calon suami dan istri terpisah).

19 Agustus 2007. Pukul 08.30 pagi. Arida di Indonesia, dan aku di Laut Kaspia. Hehehe… terpisah lagi :)

Tapi alhamdulillah di hati selalu dekat :P

Selamat Ulang Tahun Pernikahan, istriku. Peluk cium untuk Li’l Azka.

Kolik pada Bayi

Health, Baby 2 Comments »

Azka SleepingMemang benar kata orang, kelahiran bayi bukanlah akhir perjuangan (setelah mengandung 9 bulan), namun justru permulaan. Ya, hari-hari pertama kelahiran Azka memang penuh dengan sleepless nights, namun penuh dengan hal-hal baru. Karena Arida cukup disibukkan dengan menyusui dan mengganti popok Azka, maka untuk sementara ini dokumentasi hal-hal baru tersebut akan dilakukan oleh bapaknya Azka.

Salah satu pelajaran utama yang kami petik dalam 2 minggu pertama adalah “selalu percayai naluri/instinct Anda”. Memang, bayi hanya bisa menangis, tapi somehow, sebenarnya kita bisa merasakan apakah tangisan tersebut karena haus, risih, atau kesakitan. Dan instinct inilah yang membuat kami berkenalan dengan Kolik/Colic pada bayi.

Read the rest of this entry »

2007 | The Prasetyos | Theme modified from Glossy Blue Theme | Powered by Wordpress
Entries RSS Comments RSS